Site icon Yolo Trip Adventure

Tempat Wisata Bersejarah Di Pulau Jawa, Wajib Dikunjungi!

Indonesia merupakan negara yang kaya bakal suku, bahasa, dan budayanya. Seperti yang Grameds ketahui, negeri ini mempunyai peristiwa panjang jadi berasal dari era kejayaan dinasti di era lampau hingga perjuangan rakyat merebut kemerdekaan. Oleh karena itu tidak mengherankan kalau Indonesia mempunyai banyak sekali peninggalan bersejarah yang mempunyai nilai historis, budaya, pengetahuan pengetahuan, dan seni yang sangat tinggi. Simak ulasannya berikut ini !

Candi Borobudur – Yogyakarta

Salah satu situs peristiwa yang paling ikonik di Indonesia adalah Candi Borobudur, yang terletak di Yogyakarta. Candi ini adalah candi Buddha terbesar di dunia dan merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Candi ini dibangun terhadap abad ke-9 dan terdiri dari sembilan platform bertumpuk, bersama keseluruhan 72 stupa dan 504 patung Buddha.

‍Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Tri Tepusan, Casparis memperkirakan bahwa pendiri Borobudur adalah raja Mataram berasal dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga. Candi Borobudur dibangun pada tahun 800 Masehi. Perkiraan pas pembangunan candi didasarkan pada perbandingan antara model aksara yang tercantum di kaki tertutup Karmawibhangga bersama model aksara yang kebanyakan digunakan pada prasasti kerajaan abad ke-8 dan ke-9. Candi borobudur dibangun pada jaman kerajaan dinasti Syailendra di Jawa Tengah yang bertepatan antara kurun pas 760 sampai 830 Masehi. Pada jaman itu agama Budha jadi mayoritas agama di tanah jawa, maka Candi Borobudur pun tak lepas berasal dari kegiatan keagamaan. slot depo 10k

Candi Prambanan – Yogyakarta

Terletak cuma sebagian kilometer dari Candi Borobudur, Candi Prambanan adalah situs peristiwa lain yang harus dikunjungi di Yogyakarta. Candi ini adalah candi Hindu dan juga Situs Warisan Dunia UNESCO. Dibangun terhadap abad ke-9, candi ini tenar bersama arsitekturnya yang memukau dan ukiran yang rumit..

Pembuatan Candi Prambanan diketahui sebagai persembahan pada tiga dewa utama Hindu atau Trimurti yang terdiri dari Brahma, Wishnu, dan Siwa. Menurut prasasti Siwagrha, Candi Prambanan menjadi dibangun pada kurang lebih th. 850 masehi oleh Rakai Pikatan. Pembangunan candi itu lantas dikembangkan serta diperluas oleh Balitung Maha Sambu pada jaman kerajaan Medang Mataram.

Pembangunan awal itu konsisten disempurnakan oleh raja-raja Medang Mataram berikutnya seperti raja Daksa dan Tulodong. Pembangunan itu konsisten diperluas hingga tersedia ratusan candi-candi tambahan di kurang lebih candi utama. Pada jaman kejayaannya, Candi Prambanan berfungsi sebagai candi agung dimana beraneka upacara penting digelar. Selain itu, ratusan pendeta dan muridnya berkumpul di Candi Prambanan didalam rangka mempelajari kitab Weda dan melaksanakan ritual.

‍Sama seperti situs bersejarah lainnya Candi Prambanan terhitung menaruh beraneka mitos yang kental. Uniknya, mitos di Candi Prambanan keliru satunya mengenai bersama kepercayaan tentang asmara pengunjung yang berkunjung berkunjung. Sudah jadi rahasia umum, terkecuali Candi Prambanan terkenal bersama mitos hubungan cinta Bandung Bondowoso yang kandas. Maka dari itu, tersedia mitos barang siapa saja pasangan kekasih yang bersama-sama memasuki ruangan Roro Jonggrang di Candi Prambanan dipercaya bakal berpisah didalam kurun pas lebih dari satu hari.

Fort Rotterdam – Makassar

Terletak di Makassar, Fort Rotterdam adalah benteng yang terawat bersama baik yang dibangun oleh Belanda terhadap abad ke-17. Benteng ini mulanya dibangun untuk menjaga kepentingan Belanda di lokasi tersebut, tetapi kemudian jadi pusat budaya dan sekarang jadi objek wisata populer.

‍Benteng yang pertama kali dibangun oleh Kerjaan Gowa-Tallo ini berbentuk seperti seekor penyu atau kura-kura. Binatang ini dipilih gara-gara mampu hidup di dua alam yang menggambarkan bahwa Kerajaan Gowa-Tallo pada era itu berjaya di darat dan lautan. Sebelum beralih tangan ke Belanda, benteng ini bernama Benteng Ujungpandang. Berada di bawah kekuasaan Belanda, Benteng Rotterdam atau Fort Rotterdam ini dahulu digunakan sebagai gudang penyimpanan rempah-rempah hasil rampasan berasal dari Indonesia anggota timur.

Kuil Sam Poo Kong – Semarang

Kuil Sam Poo Kong adalah kuil Tionghoa yang terletak di Semarang, Jawa Tengah. Kuil ini dibangun terhadap abad ke-15 dan didedikasikan untuk Laksamana Cheng Ho, seorang Laksamana Tionghoa yang dipercayai sudah mengunjungi Jawa sepanjang Dinasti Ming.

‍Laksamana Zheng He (Cheng Ho) terlahir bersama nama Ma San Bao. Itulah mengapa klenteng / tempat petilasan untuk Zheng He memakai nama Sam Poo Kong. Dalam dialek Hokkian, Sam Poo Kong atau San Bao Dong (Mandarin) bermakna adalah gua San Bao. Asal muasal Klenteng Agung Sam Poo Kong adalah dikala armada Zheng He merapat di pantai Simongan – Semarang gara-gara juru mudinya, Wang Jing Hong sakit keras. Sebuah gua batu dijadikan tempat beristirahat Zheng He dan membuat sembuh Wang Jing Hong.

Sementara juru mudinya membuat sembuh diri, Zheng He melanjutkan pelayaran ke Timur untuk menuntaskan misi perdamaian dan perdagangan keramik serta rempah-rempah. Selama di Simongan, Wang memimpin anak buahnya menggarap lahan, membangun tempat tinggal dan bergaul bersama penduduk setempat. Lingkungan sekitar gua jadi berkembang dan makmur gara-gara aktivitas dagang maupun pertanian. Demi menghargai pimpinannya, Wang mendirikan patung Zheng He di gua batu tersebut untuk dihormati dan dikenang penduduk sekitar.

Lawang Sewu – Semarang

Situs peristiwa lain di Semarang adalah Lawang Sewu, yang merupakan bangunan kolonial Belanda yang dibangun terhadap awal abad ke-20. Bangunan ini mulanya digunakan sebagai kantor kereta api dan sekarang jadi objek wisata populer.

Lawang Sewu kalau disimpulkan ke didalam Bahasa Indonesia miliki makna “seribu pintu”. Sebutan sewu (seribu didalam bhs Jawa), merupakan penggambaran masyarakat Semarang berkenaan banyaknya kuantitas pintu yang dimiliki Lawang Sewu, meski didalam kenyataannya kuantitas pintu yang ada tidak meraih seribu, tetapi lebih tepatnya 429 buah lubang pintu. Namun Lawang Sewu miliki banyak jendela yang tinggi dan lebar yang sebabkan jendela selanjutnya terlihat seperti pintu.

Tak heran andaikata memandang sejarah kelam yang dimiliki Lawang Sewu menyebabkan bangunan ini memiliki seribu cerita dengan unsur mistis. Mulai berasal dari pemanfaatan Lawang Sewu sebagai penjara dan area penyiksaan tahanan, sampai pertempuran pada pejuang dan penjajah Jepang yang menewaskan banyak korban jiwa menyebabkan warga Semarang beranggapan bahwa terkandung ribuan makhluk gaib, terutama terhadap bagian sumur tua, pintu utama, lorong-lorong, lorong penjara, area utama, dan juga area penyiksaan.

Lima  situs bersejarah di Indonesia ini cuma sebagian dari banyak destinasi menarik yang di tawarkan oleh negara ini. Mulai dari kuil kuno hingga bangunan kolonial, Indonesia penuh bersama landmark bersejarah dan budaya yang kaya yang patut untuk dijelajahi.

Exit mobile version